You are currently viewing Pembuatan Semen Portland

PEMBUATAN SEMEN PORTLAND
Oleh : Ridha Ulfaty
Pada dasarnya proses atau teknologi pembuatan
semen dibagi menjadi empat macam, yaitu
Gambar 1 Pembuatan Semen
Portland
1.   
 Proses Basah
Dalam proses basah, raw
material
 dihancurkan kemudian digiling dalam raw mill 
diiringi penambahan air sehingga kadar airnya menjadi 25-40% dari total
material. Selama penggilingan berlangsung, bahan baku yang telah
berbentuk slurry dicampur  hingga dicapai
komposisi yang memenuhi syarat dalam pabrik. Setelah itu, slurry tersebut
dimasukkan ke dalam silo untuk kemudian dibakar. Adapun
keuntungan dari proses basah adalah sebagai berikut
·      Pencampuran dari
komposisi slurry lebih mudah karena berupa luluhan.
·      Kadar alkali tidak menimbulkan
gangguan penyempitan dalam saluran  
·      Debu yang dihasilkan relatif
sedikit.
·      Deposit yang tidak homogen
tidak berpengaruh karena mudah mencampur dan mengkoreksinya.
Sedangkan kerugian dari proses
basah antara lain :
·      Konsumsi bahan bakar lebih
banyak.
·      Kiln yang dipakai lebih panjang.
·      Kapasitas rendah.
·      Memerlukan air proses dalam jumlah
besar.
2.   
 Proses Semi Basah
Dalam proses semi basah, umpan
dalam bentuk cake. Penyediaan umpan kiln sama
dengan proses basah hanya umpan kiln disaring terlebih dahulu.
Selanjutnya cake yang digunakan sebagai umpan kiln disyaratkan
memiliki kandungan air antara 17-27%.
3.   
Proses Semi Kering
Dalam proses semi kering, umpan
dalam bentuk butiran. Bahan baku yang telah dihancurkan, digiling dalam raw
mill
. Selanjutnya dibentuk butiran-butiran dalam inti granulasi dan
dicampur untuk mencapai homogenitas. Kadar air yang disyaratkan dalam
umpan kiln sekitar 10-15%. Setelah homogen baru diumpankan
ke kiln. Di dalam kiln, umpan dibakar hingga
membentuk clinker. Setelah dingin, digiling ke cement mill bersama
gypsum hingga terbentuk semen.
4.   
Proses Kering
Pada proses kering bahan baku dipecah dan
digiling sampai kadar air maksimal 1%. Bahan baku yang telah digiling akan
dicampur dalam blending silo untuk mendapatkan campuran yang
homogen dengan menggunakan udara tekan. Tepung baku yang telah homogen ini
diumpankan ke kiln selanjutnya didinginkan dan dicampur dengan
gypsum dengan kadar gypsum sebanyak 4% untuk
kemudian digiling dalam finish mill hingga menjadi semen.
Keuntungan dari proses kering adalah sebagai berikut :
·      Kiln yang digunakan  relatif  pendek.
·      Heat comsumption rendah sehingga bahan bakar yang
digunakan relatif lebih sedikit.
·      Kapasitas produksi besar.
·      Biaya operasi rendah.
Sedangkan kerugian dari proses
kering adalah :
·      Kadar air sangat mengganggu
operasi karena material menjadi lengket.
·      Campuran kurang homogen.
·      Banyak debu yang dihasilkan,
maka diperlukan alat penangkap debu.
Proses kering merupakan proses
yang paling banyak dipilih untuk diaplikasikan dalam proses produksi. Hal ini
disebabkan karena proses tersebut mampu menghemat pemakaian bahan bakar dan
pemakaian alat-alat produksi. 
Sumber
:

2 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments