Oleh : Kevin Ardyna Azhar

Transportasi merupakan perpindahan manusia atau barang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Transportasi digunakan untuk mempermudah manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Permasalahan transportasi selalu terjadi
hampir diseluruh kota-kota besar di dunia, dan bahkan sudah dalam keadaan yang
sangat kritis. Penyebabnya antara lain: mulai terbatasnya sarana dan prasarana
transportasi, urbanisasi yang cepat, tingkat kedisiplinan lalu lintas yang
rendah, semakin jauh pergerakan manusia setiap harinya, dan mungkin juga sistem
perencanaan transportasi yang kurang baik. Akibatnya kemacetan, tundaan,
kecelakaan, gangguan kesehatan, dan permasalahan lingkungan yang tidak dapat
dihindari lagi (Tamin, 2000). Beberapa dampak dari permasalahan transportasi
tersebut adalah
Kemacetan, Kemacetan
merupakan masalah yang dinilai paling mengganggu kenyamanan pengguna
transportasi darat, kemacetan dapat mengurangi efektifitas kerja maupun
kegiatan masayarakat.
Lalu ada konsumsi energi, permasalahan
energi di Indonsia sama seperti yang dihadapi dunia. Jika tidak ada penemuan
ladang minyak dan kegiatan eksplorasi baru, cadangan minyak di Indonesia
diperkirakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 18 tahun mendatang.
Sementara itu, cadangan gas cukup untuk 60 tahun dan batu bara sekitar 150
tahun. Sedangkan tingginya kebutuhan bahan bakar minyak dari konsumen sehingga
dapat memperparah kondisi krisis energi dunia
Kecelakaan Lalu Lintas. Yang terakhir adalah kecelakaan,
f
aktor manusia sebagai pengemudi merupakan faktor yang
paling dominan dalam kecelakaan. Di samping itu faktor kendaraan juga merupakan
faktor penting penyebab terjadinya kecelakaan, seperti 
ban pecah, rem tidak berfungsi sebagaimana seharusnya, peralatan yang sudah aus tidak
diganti. Selain itu terdapat faktor lain penyebab kecelakaan, yaitu faktor
cuaca.

Beberapa alternatif penanganan dari para ahli transportasi untuk
menghadapi persoalan-persoalan transportasi di atas yaitu
transportasi berkelanjutan , perencanaan
transportasi yang berkelanjutan adalah dimana sebuah perencanaan tersebut tidak
hanya memikirkan keuntungan dan kepentingan jangka pendek namun juga
mempertimbangkan keberlanjutan perencanaan tersebut pada jangka menengah hingga
jangka panjang.
Solusi yang ditawarkan sekarang ini salah satunya
adalah penerapan ERP, dengan electronic roadpricing, pengguna
kendaraan pribadi akan dikenakan biaya jika melewati satu area atau koridor
yang macet pada periode waktu tertentu. Biaya yang dikenakan juga bertujuan
untuk memberikan kesadaran kepada pengguna kendaraan pribadi bahwa perjalanan
mereka dengan kendaraan pribadi mempunyai kontribusi terhadap kerusakan
lingkungan dan kerugian kepada masyarakat yang tidak mengunakan kendaraan
pribadi. ERP diharapkan mampu mengurangi perjalanan dengan kendaraan pribadi
dan mengurangi perjalanan yang tidak perlu, terutama pada jam-jam sibuk. Cara
kerja dari ERP sendiri adalah seperti jalan tol, namun masyarakat menggunakan
kartu yang cara kerjanya seperti kartu ATM, sehingga bisa diisi ulang, biaya
yang diterapkan berbeda-beda tergantung jam melintas, kapasitas jalan, serta
jenis kendaraan. ERP memiliki alat berupa gerbang masuk dimana ketika memasuki
gerbang tersebut itu artinya telah masuk kawasan yang dinilai cukup rawan
kemacetan dan masyarakat harus menggesek kartu prabayar tersebut di vehicle
units atau alat gesek yang ada di kendaraan masing-masing. Kemudian alat di
gerbang tersebut akan menerima sensor dari kendaraan yang melintas, apakah
sudah melakukan transaksi pembayaran atau belum, apabila belum maka kendaraan
tersebut akan dikenai denda saat pengurusan STNK.
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments