Menjadi Bebas Dengan Buku

Oleh : Huda Nur Arifin

Menuntut ilmu dari buaian sampai liang lahat. Peribahasa tersebut sudah sangat melekat di benak kita yang merupakan salah satu dari hadist nabi Muhammad SAW. Jika dilihat secara sekilas menjelaskan bahwa tidak ada batasan waktu dalam menuntut ilmu. Terdapat tiga tingkatan orang berilmu, tahap pertama manusia akan merasa sombong karena berilmu. Tahap kedua manusia akan berusaha untuk mendapatkan lebih banyak ilmu. Dan tahap ketiga manusia akan menyadari bahwa dirinya seperti tidak mengetahui apa-apa.

Secara harfiah ilmu bisa didapatkan dari mana saja dan kapan saja, salah satunya melalui buku. Sejarah singkat buku berawal dari Mesir Kuno di tahun 2400 SM. Pada saat itu, orang-orang Mesir coba menuliskan simbol-simbol di daun papirus yang dijadikan selembar kertas papirus. Kertas dari daun papirus yang ditulis oleh orang Mesir pada saat itulah yang menjadi buku pertama di dunia.

Buku memiliki banyak jenis mulai dari buku ilmu pengetahuan, buku pembelajaran, buku literatur, biografi, novel, dll. Setiap jenis buku memiliki karakteristik dan tujuan masing-masing. Tentu kita dapat memilih buku mana yang akan kita baca. Pemilihan ini didasarkan pada apa yang ingin kita dapatkan dari membaca buku tersebut. Semakin banyak buku yang kita baca akan semakin berwarna apa yang akan kita dapatkan.

Dewasa ini untuk menjadi berilmu tidak hanya melalui bangku sekolah. Banyak anak muda yang tidak bersekolah akan tetapi memiliki skill yang cakap dalam suatu bidang. Skill ini didapatkan melalui belajar mandiri atau yang sering disebut otodidak. Salah satu bentuk belajar seacara otodidak adalah dengan membaca buku. Otak akan merekam apa yang kita baca. Selanjutnya otak memvisualkan melalui imajinasi. Dengan adanya sistem ini otak kita menjadi terasah.

Pepatah mengatakan buku adalah jendela ilmu. Dengan membaca buku kita akan mendapatkan banyak ilmu. Orang-orang hebat di dunia mewariskan ilmunya melalui tulisan. Sebagai contoh ketika kita ingin menjadi seorang pengusaha, tentu kita membutuhkan mentor yang hebat. Orang yang kita kagumi dapat dijadikan sebagai mentor. Masalah timbul apabila orang yang kita kagumi tidak mungkin kita temui. Bayangkan apabila mentor kita adalah orang terkaya di dunia saat ini yaitu Bill Gates. Kita akan menjadi pengusaha yang sangat hebat karena mendapatkan strategi bisnis dari orang yang sangat hebat dibidang bisnis.

Kembali lagi ke pokok pernasalahan, kita akan sangat sulit menemui orang-orang hebat seperti Bill Gates. Mungkin karena keterbatasan waktu, jarak yang sangat jauh maupun orang tersebut sangat sibuk. Tetapi ingatlah bahwa menuntut ilmu dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Untuk mendapatkan ilmu dari orang yang kita kagumi dapat dilakukan dengan cara membaca bukunya. Sekali lagi bayangkan apabila kita dimentori oleh Albert Einsten akan menjadi sepintar apa kita.

Semakin banyak buku yang kita baca, semakin beragam pula ilmu yang kita dapatkan. Hal ini karena kita mendapatakan mentor yang banyak. Mentor dari berbagai keahlian akan menambah skill kita. Dan yang tidak kalah penting adalah mengubah mind set. Tidak lagi think out of the box tetapi we create the box. Ungkapan ini memberi arti di mana kita menjadi berfikir secara taktis, menyeluruh, dan ulet. Setiap permasalahan yang dihadapi akan diselesaikan dengan kombinasi hati dan pikiran. Permasalahan dianalisis secara menyeluruh untuk mendapatakan solusi yang tepat.

Dunia dan seisinya terlalu luas untuk kita jelajahi. Di mana biaya dan waktu menjadi keterbatasan. Melihat dunia tidak perlu datang langsung ke suatu tempat. Buku bisa menjadi jendela dunia asalakan kita rajin membacanya. Dengan membaca buku kita dapat menjangkau tempat yang tidak mungkin kita datangi. Wakil presiden pertama Indonesia Moh Hatta pernah mengatakan “Aku rela dipenjara asalkan dengan buku, karena dengan buku aku bebas”. Kebebasan ini didapat ketika kita berimajinasi mengenai isi buku yang kita baca.

Tidak semua buku memiliki isi yang baik, untuk itu perlu ketelitian dalam memilih buku. Ibarat pisau bermata dua, buku juga dapat menjerumuskan. Buku dengan pengarang yang jelas dan sumber-sumber yang relevan menjadi pertimbangan. Pemilihan ini bertujuan untuk mendapatkan buku dengan isi yang baik. Ilmu yang kita dapatkan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari hingga efek dari membaca buku dapat dirasakan secara nyata.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments